Kamis, 06 Januari 2011

Sepasang Manusia Selamat di Tengah Laut Es

Sedang asyik bermain ski di laut es Swedia, tiba-tiba permukaan es pecah berkeping-keping.

Sepasang manusia akhirnya ditemukan selamat di tengah-tengah lautan es yang mulai retak. Keduanya terdampar pasca lantai es tempat mereka bermain ski mulai retak dan patah di lepas pantai barat daya Swedia.

Apakah es itu mencair karena pemanasan global? Bukan. Melainkan karena terganggu oleh sebuah kapal pemecah es yang sedang melintas.

Pasangan yang berusia sekitar 30-an tahun itu sempat bermain ski di atas lautan beku. Namun, beberapa saat kemudian kapal datang melintas dan menghancurkan permukaan lautan es hingga membuat retakan berkeping-keping. Ironisnya, sepasang itu masih berada di tengah-tengah permukaan es tipis.

Menjelang jam 3.00 sore, tentu saja "pulau" tempat mereka berdiri berangsur mengecil dan pasangan tersebut benar-benar terperangkap dalam masalah serius. Untungnya, panggilan melalui ponsel masih bisa dilakukan. Karena sulit dibayangkan keduanya bisa bertahan hidup di tengah-tengah lautan beku yang kadung menjadi air es.

Menurut laporan harian Swedia, Aftonbladet, pengawas pantai bernama Patrik Nillson menemui pasangan tersebut dengan helikopter 12 menit setelah menerima kabar. Pasangan itu kemudian diangkut ke helikopter dengan keadaan selamat.

"Kami beruntung. Kondisi untuk operasi penyelematan ini sangat mendukung. Cuacanya sangat bagus, begitu pula pemandangannya. Cantik sekali," kata Nilsson, yang sempat mengambil gambar menakjubkan di atas pasangan tersebut.



Dikutip VIVAnews dari Yahoo7, Kamis 6 Januari 2011, sekelompok penyelamat langsung membawa terbang pasangan yang tidak disebutkan identitasnya itu ke Hisingen, pulau terdekat. (hs)

• VIVAnews

Rabu, 05 Januari 2011

WIKIPEDIA mengakui kalau MALAYSIA tukang nyolong (WAJIB BACA)

WIKIPEDIA mengakui kalau MALAYSIA tukang nyolong !!!
diakuin kalau malayshit sering ngambil kebudayaan, kesenian, dan pulau milik INDONEISIA



malaysia is often taking culture, the arts, the island is owned by INDONESIA artinya: Malaysia sering mengambil budaya, seni, pulau yang dimiliki oleh INDONESIA
nih link nya
http://en.wikipedia.org/wiki/National_Stadium,_Bukit_Jalil

Kisah Cinta Aa Gym dan Teh Ninih (2)

Selama menjalani rumah tangga bersama Teh Ninih, cinta Aa Gym terhadap Teh Ninih demikian tinggi.

Di mata Aa Gym, kehadiran istri merupakan kunci yang amat penting dalam berdakwah. Teh Ninih merupakan bagian dari skenario pertolongan Allah dalam mengemban amanah dakwah. Terbukti, selama berumah tangga dengan Teh Ninih, Aa Gym telah berhasil mendirikan Pondok Pesantren Daarut Tauhid.


Hal tersebut diungkapkan lelaki kelahiran Bandung, Jawa Barat, 29 Januari 1962 (bukan 30 Februari 1962 seperti diberitakan dalam tulisan sebelumnya, "Kisah Cinta Aa Gym dan The Ninih (1)").

Diakui Aa Gym, karena latar belakang Teh Ninih yang merupakan putri keturunan seorang ulama dan dibesarkan dalam suasana lingkungan dan pendidikan agama Islam yang kental.

Semua itu sangat membantu Aa Gym untuk mengejar ketertinggalan dalam pengetahuan dasar agama Islam yang kurang intensif dipelajari ketika muda.

Selain itu, Aa Gym juga kagum pada kesederhanaan Teh Ninih karena mau diajak prihatin dan tak banyak keinginan duniawi.

Sosok Teh Ninih yang tekun beribadah memberi inspirasi bagi Aa Gym untuk beribadah lebih tekun. Kekaguman itu bukan tanpa alasan, menurut Aa Gym, Teh Ninih tidak akan tidur sebelum salat dan membaca Al Quran. Teh Ninih juga rajin salat tahajud dan tak pernah tertinggal serta selalu berpuasa.

Apalagi, banyak pesan singkat yang dikirimkan Teh Ninih yang memberi Aa Gym motivasi untuk selalu memelihara kualitas ibadah.

Dari perkawinan itu, mereka dikarunai tujuh anak, yaitu ; putri, Ghaida Tsuraya, Ghazi Al Ghifari, Ghina Rhoudotul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fatimah, Muhammad Ghaza Al Ghazali, dan Gheriya Rahima. (bersambung).

Selasa, 04 Januari 2011

Kisah Cinta Aa Gym dan Teh Ninih (1)

JAKARTA-C&R/OMG-Kabar mengejutkan datang dari pasangan KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym dan Ninih Muthmainnah atau Teh Ninih. Mereka diberitakan telah bercerai secara agama. Seperti apa kisah cinta mereka?.

Yan Gymnastiar lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 30 Februari 1962. Ia kemudian lebih dikenal sebagai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Selain sebagai pendakwah, Aa- begitu ia biasa disapa-dikenal sebagai penyanyi, penulis buku, pengusaha sukses, dan pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung, Jawa Barat.

Nama Aa Gym kian berkibar sejak memperkenalkan cara berdakwah yang unik dengan gaya teatrikal serta sarat pesan-pesan Islami yang penuh kedamaian. Pesan-pesan praktis dan umum itu mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan-pesan dakwah Aa Gym berkisar pada pengendalian diri, hati nurani, toleransi, dan keteguhan iman. Kondisi itu membuat Aa Gym digemari oleh kalangan ibu-ibu rumah tangga karena ia membangun citra sebagai sosok pemuka agama yang berbeda dengan ulama lain. Saat sejumlah ulama “konvensional” berdakwah tentang keutamaan salat, puasa, dan kemegahan surga, Aa Gym lebih memilih untuk bercerita tentang pentingnya hati yang tulus, keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah.

Dalam berdakwah ia menggunakan bahasa sehari-hari yang ringan sehingga mudah dimengerti oleh semua kalangan. Topik pembahasannya pun seputar keluarga sehingga jemaahnya lebih banyak ibu-ibu rumah tangga. Oleh karena itu, sebagian jemaah ia disematkan sebagai “ustaz keluarga bahagia.”

Soal kehidupan rumah tangganya dengan Teh Ninih, Aa Gym pernah menceritakan bahwa ia menikahi Teh Ninih pada 12 Rabiul Awal 1987. Pernikahan berlangsung secara sederhana di Pondok Pesantren Kalangsari, Cijulang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pernikahan itu hanya dihadiri kerabat dan para ulama. Maklum, Teh Ninih merupakan anak seorang kiai dari Cijulang.

Ketika itu, untuk menghemat jamuan bagi para tamu, digunakan nampan (niru). Satu nampan disiapkan untuk menjamu delapan tamu. Sesudah menikah, Teh Ninih tak diboyong ke rumah sendiri, melainkan tinggal di rumah orang tua Aa Gym di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Gegerkalong, Bandung. (Komar/bbs/Bersambung)

Nurdin Halid dan "tentara bayaran" berulah

PSSI dan Nurdin Halid terbukti "mengotori" keluhungan Stadion Gelora Bung Karno dengan memasukkan suporter bayaran dan preman-preman bayaran.


PSSI dan Nurdin boleh berkilah, tapi perilaku orang-orang itu tak bisa membuat mereka menyangkal. Sebelum laga, mereka berkumpul di depan Kantor PSSI, dengan kaos merah berlengan hitam, lalu sebagian dari mereka mengawal Nurdin Halid masuk ke stadion (tentu tanpa tiket), sebagian lagi menyebar ke semua sektor, menjaga spanduk-spanduk bikinan PSSI dan Nurdin Halid, dan saat jeda masing-masing mendapat jatah nasi bungkus. Dalam laga melawan Thailand, orang-orang berbadan kekar berkeliaran di tribun selatan atas, memaksa beberapa spanduk yang dibawa suporter untuk diturunkan.

Harian TopSkor (6 Desember 2010, hal. 14) melaporkan bahwa mereka disuplai oleh seseorang yang mereka panggil Pak Yapto Suryo Sumarno, dengan upah 60 ribu rupiah, berikut kaos, jatah nasi bungkus dan tiket cuma-cuma.

Dengan mengizinkan suporter bayaran dan preman-preman bayaran itu masuk ke stadion, PSSI dan Nurdin Halid justru telah memperlakukan laga tim nasional tak ubahnya sebagai sebuah kampanye partai politik. Dengan itu, PSSI dan Nurdin Halid telah memperlakukan laga tim nasional sebagai miliknya, bukan perayaan kolektif para pemuja sepakbola dan pendukung tim nasional Indonesia.

Dengan alasan inilah, kita patut menolak kenaikan harga tiket semifinal Piala AFF.

Sejujurnya, kenaikan harga tiket adalah hal wajar. Harga tiket babak penyisihan dengan semifinal wajar saja berbeda. Tapi, kenaikan harga tiket itu tak bisa diterima jika PSSI dan Nurdin Halid masih membiarkan orang-orang bayaran dan preman-preman itu masuk ke stadion. Para pemuja sepakbola dan suporter tim nasional bayar tiket mahal-mahal, ealah... PSSI dan Nurdin malah membiarkan antek-anteknya masuk tanpa tiket. Jika mau egaliter dan solider, seorang Nurdin Halid pun harusnya masuk dengan membeli tiket.

Percayalah, para pemuja sepakbola di Indonesia tak akan membiarkan tim nasional bertanding tanpa dukungan. Tanpa suporter bayaran pun Stadion Gelora Bung Karno akan sesak dengan para suporter yang tak akan lelah-lelahnya bernyanyi untuk Bambang Pamungkas, Christian Gonzales, dkk. Menyelundupkan suporter bayaran sama saja meragukan kecintaan publik sepakbola Indonesia pada tim nasional Indonesia.

Ingat, ini tim nasional Indonesia, bukan tim PSSI. Tim nasional adalah milik orang Indonesia, bukan punya PSSI dan Nurdin Halid. Catat juga: Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah milik bangsa Indonesia, dan jelas-jelas bukan milik PSSI atau Nurdin Halid.

Saya (juga para pemuja sepakbola yang lain) selalu dan akan selalu datang ke Senayan untuk tim nasional, tapi jelas bukan demi PSSI apalagi Nurdin Halid.



===


*Penulis adalah pencinta sepakbola, editor di Indonesia Boekoe. Tulisan adalah opini penulis dan tidak mencerminkan pendapat redaksi detiksport.
sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6509079

Gelang Keseimbangan power balance ternyata tipuan

Situs Power Balance mendadak kebanjiran pengunjung hari ini. Akibatnya, situs produsen gelang keseimbangan yang mahal itu sulit dibuka. Ada apa gerangan?

Adalah halaman iklan berisi koreksi di http://powerbalance.com/australia/ca, yang dibanjiri tautan dari mana-mana, seperti situs Gizmodo, Reddit, hingga berbagai forum di berbagai negara. Pasalnya, di halaman itu, Power Balance membuat pengakuan bahwa klaim ajaib gelang tangan itu adalah bohong belaka.

"Dalam iklan, kami menyatakan bahwa gelang tangan Power Balance meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan fleksibilitas Anda. Kami mengakui bahwa tak ada bukti ilmiah kredibel yang mendukung klaim kami," demikian pernyataan di situs itu, yang dilanjutkan dengan mengakui pelanggaran undang-undang praktek perdagangan.

Power Balance juga menawarkan opsi pemulangan uang yang sudah dibayarkan untuk produk mereka. Caranya, kunjungi situs mereka (yang masih sulit diakses), atau menghubungi nomor tertentu. "Penawaran (pengembalian uang) berlaku hingga 30 Juni 2011."

Pengakuan Power Balance itu diumumkan setelah tekanan dari Komisi Konsumen dan Kompetisi Australia, Desember lalu. Selain di situs sendiri, mereka juga mengumumkannya di media Australia. Sebelum ini, produsen gelang itu diserang oleh asosiasi konsumen di berbagai negara Eropa karena klaim tak masuk akal tadi. Menurut situs Gizmodo.com, agaknya ini adalah pertama kalinya sebuah badan berwenang memaksa mereka mengakui bohongnya klaim itu.

Di Italia pun, otoritas mendenda Power Balance sebesar 300 ribu Euro karena tak punya bukti ilmiah atas klaim mereka.

Gelang Power Balance mengklaim menggunakan teknologi holografik yang mempengaruhi energi alamiah tubuh. Terdengar aneh, memang. Tapi tampaknya itu terhapus oleh pemasaran viral dan tren yang dimulai dari atlet dan seleb. Meski harganya ratusan ribu rupiah, tetap saja laku.

Nah, buat Anda yang memakai gelang Power Balance di tangan, segera copot gelang itu sebelum ditertawakan lebih banyak orang. Jangan lupa, ada opsi uang kembali. Manfaatkan segera!

Ini juga bisa kembali menjadi peringatan bagi Anda yang memakai kalung-kalung maupun gelang-gelang tertentu dengan klaim serupa. Mari, gunakan akal sehat.

Dodi IR; foto: Jordan Strauss/WireImage.com

[ngakak] Rakyat membuat undang2 untuk sepak bola

::Just Share gan....no ofense please

karena banyak yang pengin Nurdin Halid turun dari jabatannya sebagai ketua umum pssi,,,nih gan ane iseng2 bikin undang2 buat pssi...

pasal 1 : PSSI diketuai oleh seorang ketua seumur hidup atas nama Nurdin Halid dan tidak menunjukkan perkembangan yg baik selama nama tersebut diatas masih menjabat sebagai ketua. dan dikarenakan hal tersebut, undang-undang ini mengatur agar NURDIN HALID as NURDIN MAHO harus segera diTurunkan dari jabatannya sebagai ketua umum pssi.

pasal 2 : jika ada pihak yang tidak setuju dengan diturunkannya Nurdin Halid, pihak tersebut harus membaca lagi pasal 1.

pasal 3 : jika nama yang tersebut dalam pasal 1 yaitu nurdin halid tidak mengindahkan peringatan untuk melepaskan jabatannya, maka keputusan untuk membubarkan pssi ada ditangan RAKYAT.

pasal 4 : pasal 1, 2, dan 3 adalah mutlak keinginan RAKYAT. maka barang siapa melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan pasal-pasal tersebut akan dikenakan denda lari telanjang keliling Indonesia denan menggunakan kalung dan cocard berukuran 30x20 cm dengan bertuliskan "Perusak Masa Depan Bangsa"

cm bercanda sih...tapi kalo beneran dilakuin keren juga kali ya gan....
klo suka, tolong dong lemparin ane
tapi kalo ga suka berarti ente ga pro rakyat yang ingin sepak bola Indonesia maju

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...