Seorang karyawan sebuah perusahaan merasa sangat gembira setelah mendapatkan kabar bahwa ia terpilih utk mewakili perusahaanya guna mengikuti suatu seminar di luar negeri. Setibanya di lokasi seminar, para peserta seminar diberi lembar isian oleh panitia yg isinya ttg biodata
peserta. “Saudara sekalian, tolong isi biodata anda guna keperluan penerbitan sertifikat setelah seminar ini selesai” “Silahkan saudara saudara mengisi pada kolom yg tersedia sesuai dg jawaban anda masing masing”
Dengan tenang sang karyawan tsb mengisi kolom demi kolom sampai selesai dan mengembaikannya pd panitia. Sambil menunggu bbrp peserta lain yg masih mengisi lembaran biodata, sang karyawan yg sedang penasaran mencoba bertanya kpd rekan disebelahnya dr Inggris yg juga sudah selesai mengisi lembarannya :
“Apa yg anda isikan pd kolom sex, tadi”
Dengan bingung si Inggris menjawab “Tentu saja saya isi male, emangnya anda mengisi apa?”
“5 times a week” jawab karyawan tersebut.
Tampilkan postingan dengan label Keren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keren. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Desember 2011
saya bersedia melakukan apapun yang bapak mau
Seorang mahasiswi seksi yang terancam gagal ujian mendatangi kantor dosennya yang masih muda. Dia melirik ke sekililingnya sebentar, menutup pintunya, dan langsung berlutut di hadapan sang dosen sambil memohon.
“Pak Dosen, Saya bersedia melakukan apapun juga agar lulus ujian….”, ujarnya sambil melirik genit.
Lalu sang mahasiswi mendekat ke arah dosennya, menyibakkab rambutnya, menatap matanya penuh arti. “Kalau Bapak masih belum mengerti maksud saya…” bisiknya, “Saya bersedia melakukan apapun, apa saja yang Bapak mau…”
Dosen muda tadi membalas tatapannya, “Apapun?”
“Apapun!”, jawab sang mahasiswi secepatnya.
Suara dosen itu melembut, “Apapun?”
“Apapun….”
Akhirnya Pak dosen berbisik, “Maukah kamu……… belajar?
Kamis, 08 Desember 2011
Jumat, 02 Desember 2011
saya lebih baik grondrong daripada harus dipotong seperti ini

saya lebih baik grondrong daripada harus dipotong seperti ini
biarpun motor bapak jadi korbannya

yang penting kalian jadi anak yang pinter ya, biarpun motor bapak jadi korbannya…
Sabtu, 26 November 2011
Untung Tidak Hari Senin
Seorang suami yang memergoki isterinya sedang menyeleweng dengan laki-laki yang tak dikenalnya, spontan membunuh keduanya.
Peristiwa ini terjadi dihari Selasa minggu lalu, so minggu ini dia disidangkan dengan tuntutan maksimal hukuman mati, berita ini keruan saja menjadi topik pembicaraan dikalangan tetangga-tetangganya suami-isteri itu yang belum dikaruniai anak,
Dalam obrolan yang ramai diwarung kopi siang itu, siapa nyana tahu-tahu seorang pemuda tampan yakni salah satu tetangga dekat mereka berkata lega :
"Masih untung, terjadinya bukan dihari SENIN, kawan-kawan........",
"Lha kalu dihari Senin emangnye kenapeeee......",
"Jika itu terjadi dihari Senin, yang mati dibunuh oleh suaminya itu bukannya laki-laki malang itu, tapi adalah AKUUUUUUUUUUUU.............".
Peristiwa ini terjadi dihari Selasa minggu lalu, so minggu ini dia disidangkan dengan tuntutan maksimal hukuman mati, berita ini keruan saja menjadi topik pembicaraan dikalangan tetangga-tetangganya suami-isteri itu yang belum dikaruniai anak,
Dalam obrolan yang ramai diwarung kopi siang itu, siapa nyana tahu-tahu seorang pemuda tampan yakni salah satu tetangga dekat mereka berkata lega :
"Masih untung, terjadinya bukan dihari SENIN, kawan-kawan........",
"Lha kalu dihari Senin emangnye kenapeeee......",
"Jika itu terjadi dihari Senin, yang mati dibunuh oleh suaminya itu bukannya laki-laki malang itu, tapi adalah AKUUUUUUUUUUUU.............".
Senin, 24 Oktober 2011
Bulung Disimpan Di Dalam Celana
Ganang adalah seorang siswa TK nol kecil yang bersekolah di TK Culangung. TK Culangung sangat terhormat dan sangat mempunyai muka di kalangan masyarakat.
Yah, itu TK paling bergengsi karena lulusan dari TK itu bisa melanjutkan sekolah ke SD di luar negeri. Namun rupanya, Ganang tak bisa memanfaatkan kesempatan emasnya di tk tersebut. Karena itu, kegiatannya sehari-hari di tk hanya berkelahi saja.
Sampai suatu hari, ia pulang dari sekolahnya sambil marah-marah. Bahkan, tv 89 inci milik ayahnya, Ferdi, digigitnya hingga hancur dan kalung mutiara asli milik ibunya, Afifah, disumbatkan ke pantatnya dengan alasan agar marahnya tidak meledak.
Ferdi bingung dan Afifah kelimpungan. Terjadilah percakapan berikut:
Ferdi : "Enang kenapa? Kok marah-marah?!"
Ganang: "Ayah!!! Enang cebel!!! Nggak, deh, bukan cebel, tapi MALAH!!!"
Ferdi : "Lho, lho, lho, kenapa anak ayah ini? Emang Enang berantem dengan siapa lagi?"
Ganang: "Bukan belantem, yah, tapi maen kata-kataan! Temen enang ngocol, tuh! Ngocol!"
Ferdi : "Coba, deh, enang ceritain baik-baik!"
Ganang: "Gini loh, yah! Tadi, kan, di sekolah enang kita tuh nangkep bulung yang kebetulan lagi banyak di taman. Telus si Ita, temen enang, bilang, 'eh, tebak nih, ada yang tau gak, bulung tuh yang aman disimpennya dimana?'"
Ferdi : "Terus, enang jawab apa?"
Ganang: "Ya enang jawab di sangkal bulungnya, dong! Tapi temen enang itu ngocol banget, yah! Masa dia nggak pelcaya sama enang!"
Ferdi : "Emangnya, apa jawaban temen enang?"
Ganang: "Dia bilang, 'di dalem celana dalem,' katanya sih, lebih aman sama lebih nyaman! Uh, uh, uh, ngocol banget, kan, yah! Udah jelas bulung tuh disimpennya di sangkal bulung! Eh, dia malah bilang di dalem celana! Udah o'on, ngocol lagi! Ayah, ayah, emang benel, ya, bulung tuh disimpennya di dalem celana dalem?"
Ferdi : 'Gubraxz!
Yah, itu TK paling bergengsi karena lulusan dari TK itu bisa melanjutkan sekolah ke SD di luar negeri. Namun rupanya, Ganang tak bisa memanfaatkan kesempatan emasnya di tk tersebut. Karena itu, kegiatannya sehari-hari di tk hanya berkelahi saja.
Sampai suatu hari, ia pulang dari sekolahnya sambil marah-marah. Bahkan, tv 89 inci milik ayahnya, Ferdi, digigitnya hingga hancur dan kalung mutiara asli milik ibunya, Afifah, disumbatkan ke pantatnya dengan alasan agar marahnya tidak meledak.
Ferdi bingung dan Afifah kelimpungan. Terjadilah percakapan berikut:
Ferdi : "Enang kenapa? Kok marah-marah?!"
Ganang: "Ayah!!! Enang cebel!!! Nggak, deh, bukan cebel, tapi MALAH!!!"
Ferdi : "Lho, lho, lho, kenapa anak ayah ini? Emang Enang berantem dengan siapa lagi?"
Ganang: "Bukan belantem, yah, tapi maen kata-kataan! Temen enang ngocol, tuh! Ngocol!"
Ferdi : "Coba, deh, enang ceritain baik-baik!"
Ganang: "Gini loh, yah! Tadi, kan, di sekolah enang kita tuh nangkep bulung yang kebetulan lagi banyak di taman. Telus si Ita, temen enang, bilang, 'eh, tebak nih, ada yang tau gak, bulung tuh yang aman disimpennya dimana?'"
Ferdi : "Terus, enang jawab apa?"
Ganang: "Ya enang jawab di sangkal bulungnya, dong! Tapi temen enang itu ngocol banget, yah! Masa dia nggak pelcaya sama enang!"
Ferdi : "Emangnya, apa jawaban temen enang?"
Ganang: "Dia bilang, 'di dalem celana dalem,' katanya sih, lebih aman sama lebih nyaman! Uh, uh, uh, ngocol banget, kan, yah! Udah jelas bulung tuh disimpennya di sangkal bulung! Eh, dia malah bilang di dalem celana! Udah o'on, ngocol lagi! Ayah, ayah, emang benel, ya, bulung tuh disimpennya di dalem celana dalem?"
Ferdi : 'Gubraxz!
Senin, 10 Oktober 2011
Anak Nakal dan Nenek
Suatu pagi, seorang anak lelaki kecil keluar dari kamarnya dan bertanya pada neneknya,
"Nek, mana Papa dan Mama?"
"Mereka masih di dalam kamar cu.", jawab neneknya.
Anak itu tertawa, kemudian sarapan sendirian lalu pergi bermain.
Ketika pulang, hari sudah siang. Si anak lelaki itu bertanya lagi pada neneknya,
"Nek, di mana Papa dan Mama ?"
"Mereka masih di dalam kamar cu.", jawab singkat neneknya.
Anak itu tertawa geli, lalu menghabiskan makan siangnya dan pergi bermain lagi.
Malam harinya si anak baru pulang untuk makan malam. Sebelum makan si anak itu bertanya lagi pada neneknya.
"Nek, mana Papa dan Mama ?"
"Dari tadi pagi mereka masih dikamar, cu", kembali neneknya menjawab.
Anak itu kembali tertawa geli.
"Kenapa sih kamu ketawa-ketawa?", tanya neneknya keheranan.
Si anak menjawab :
"Semalam kan papa masuk kamarku, minta gel pelembab kulit, tapi saya kasih lem super glue.
"Nek, mana Papa dan Mama?"
"Mereka masih di dalam kamar cu.", jawab neneknya.
Anak itu tertawa, kemudian sarapan sendirian lalu pergi bermain.
Ketika pulang, hari sudah siang. Si anak lelaki itu bertanya lagi pada neneknya,
"Nek, di mana Papa dan Mama ?"
"Mereka masih di dalam kamar cu.", jawab singkat neneknya.
Anak itu tertawa geli, lalu menghabiskan makan siangnya dan pergi bermain lagi.
Malam harinya si anak baru pulang untuk makan malam. Sebelum makan si anak itu bertanya lagi pada neneknya.
"Nek, mana Papa dan Mama ?"
"Dari tadi pagi mereka masih dikamar, cu", kembali neneknya menjawab.
Anak itu kembali tertawa geli.
"Kenapa sih kamu ketawa-ketawa?", tanya neneknya keheranan.
Si anak menjawab :
"Semalam kan papa masuk kamarku, minta gel pelembab kulit, tapi saya kasih lem super glue.
Senin, 03 Oktober 2011
kepala suku dan laptopnya

“pak kepala suku, sudah ditunggu warga di lapangan…”
“tunggu sebentar, saya mau update status facebook dulu”
siapa bilang sapi nggak bisa naik motor?

“nak, hari ini kamu ingin jalan-jalan kemana?”
“moooooooooooooooo…….”
kayaknya kurang nyaman deh

kurang nyaman juga untuk orang yang duduk disebelahnya :)
seharusnya mereka membuat sadel dengan warna berbeda

seharusnya ini adalah wanita seksi,
tapi tidak dengan sadel itu…
berikan makananmu, atau rasakan sarapan pagiku

kalau saya jadi anak itu,
sudah saya kasih makanan itu.
bener-bener burung yang kurang ajar.
Minuman Berdosa

Sedangkan membunuh dan mencuri adalah tindakan bersoda…
Minggu, 02 Oktober 2011
Membangun Pesawat Untuk Mengirimkan Roket ke Angkasa Luar
Matematikawan besar John Von Neumann berkonsultasi dengan sebuah kelompok yang sedang membangun sebuah pesawat untuk mengirim roket ke angkasa luar. Ketika ia melihat struktur tidak lengkap, ia bertanya,
"Dari mana Anda mendapatkan rancangan untuk kapal ini?"
Dia mengatakan, "Kami memiliki staf insinyur sendiri."
Dia menjawab: "Mengapa harus pakai insinyur, saya telah menyelesaikan teori matematika tentang roket! Lihat paper saya tahun 1952."
Kelompok itu akhirnya berkonsultasi dengan mengacu pada paper tahun 1952, dan membuat struktur 10 juta dolar tepat sesuai dengan rencana Von Neumann. Begitu mereka meluncurkan itu, seluruh struktur meledak.
Mereka marah dan bertemu dengan Von Neumann kembali dan berkata: "Kami mengikuti instruksi Anda sesuai paper itu. Namun ketika kita coba, struktur itu meledak! Mengapa?"
Von Neumann menjawab, "Ah, ya, yang secara teknis hal itu memang dikenal sebagai masalah ledakan struktur - aku sudah menulisnya dalam paper saya tahun 1954."
"Dari mana Anda mendapatkan rancangan untuk kapal ini?"
Dia mengatakan, "Kami memiliki staf insinyur sendiri."
Dia menjawab: "Mengapa harus pakai insinyur, saya telah menyelesaikan teori matematika tentang roket! Lihat paper saya tahun 1952."
Kelompok itu akhirnya berkonsultasi dengan mengacu pada paper tahun 1952, dan membuat struktur 10 juta dolar tepat sesuai dengan rencana Von Neumann. Begitu mereka meluncurkan itu, seluruh struktur meledak.
Mereka marah dan bertemu dengan Von Neumann kembali dan berkata: "Kami mengikuti instruksi Anda sesuai paper itu. Namun ketika kita coba, struktur itu meledak! Mengapa?"
Von Neumann menjawab, "Ah, ya, yang secara teknis hal itu memang dikenal sebagai masalah ledakan struktur - aku sudah menulisnya dalam paper saya tahun 1954."
Alasan Anak Suka Nonton Televisi
TV Tidak Pernah Memarahi Penontonnya
Sementara masih ada orang tua yang sedikit-sedikit maunya marah. Memang sih, maksudnya baik, tapi caranya mungkin yang kurang pas.
TV Ada Warnanya
Padahal ada juga sih, orang tua yang berwarna (maksudnya wajahnya jadi merah kalau lagi ngomel).
TV Bisa Menghibur
Orang tua juga mampu menghibur, tapi paling-paling hanya sampai 2 jam saja. Kalau TV kan bisa berjam-jam.
TV Tidak Banyak Bertanya
Kalau pun bertanya, si anak tidak perlu takut salah memberi jawaban karena TV-nya tidak mendengar jawaban mereka.
TV Tidak Pernah Menyuruh Bobo Siang
Kalau itu sampai terjadi, tentu saja TV-nya tidak ada yang nonton.
TV Tidak Pernah Menyuruh Mengepel Lantai
Meskipun ada iklan yang menggambarkan bagaimana cara mengepel lantai dengan baik dan benar.
TV Tidak Sering Tanya PR
Kecuali acara pendidikan. Selebihnya adalah pertanyaan: "Ke mana acara liburanmu besok?"
Sementara masih ada orang tua yang sedikit-sedikit maunya marah. Memang sih, maksudnya baik, tapi caranya mungkin yang kurang pas.
TV Ada Warnanya
Padahal ada juga sih, orang tua yang berwarna (maksudnya wajahnya jadi merah kalau lagi ngomel).
TV Bisa Menghibur
Orang tua juga mampu menghibur, tapi paling-paling hanya sampai 2 jam saja. Kalau TV kan bisa berjam-jam.
TV Tidak Banyak Bertanya
Kalau pun bertanya, si anak tidak perlu takut salah memberi jawaban karena TV-nya tidak mendengar jawaban mereka.
TV Tidak Pernah Menyuruh Bobo Siang
Kalau itu sampai terjadi, tentu saja TV-nya tidak ada yang nonton.
TV Tidak Pernah Menyuruh Mengepel Lantai
Meskipun ada iklan yang menggambarkan bagaimana cara mengepel lantai dengan baik dan benar.
TV Tidak Sering Tanya PR
Kecuali acara pendidikan. Selebihnya adalah pertanyaan: "Ke mana acara liburanmu besok?"
Langganan:
Postingan (Atom)



