Selasa, 29 November 2011

makan nggak makan asal kumpul

makan nggak makan asal kumpul

kenapa petinju tidak mancung

kenapa petinju tidak mancung

Photobucket
kalau kamu ingin punya hidung mancung, jangan bermimpi jadi petinju deh

cara berhitung cepat..tp LOL

Aktuaris dan petani sedang bepergian dengan kereta api. Ketika mereka melewati kawanan domba di padang rumput, aktuaris itu berkata, “Ada 1.248 domba di luar sana.”
Petani itu menjawab, “Hebat sekali! Secara kebetulan, aku kenal dengan pemiliknya. Dan angka tersebut mutlak benar. Bagaimana kau menghitungnya dengan begitu cepat?”
Aktuaris itu menjawab, “Mudah saja, saya hanya menghitung jumlah kaki domba itu lalu dibagi empat…”

Sabtu, 26 November 2011

Kebanggan Tiga Orang Laki-laki

3 pemerkosa kelas kakap, bertukar cerita serem di sebuah warung lokalisasi.

Joni : "Dulu aku pernah memperkosa POLWAN, serem banget Coy!!"

Didik : "Halah Jon gitu lu bangga'in. Gue sudah pernah sekali sama Istri WALIKOTA. Lebih Serem mana!!"

Pombop: "Semua gak terlalu serem. Kalau gue minggu lalu sama istri kalian.

Joni + didik : "Haa...??!@@$$@@!!!"

Untung Tidak Hari Senin

Seorang suami yang memergoki isterinya sedang menyeleweng dengan laki-laki yang tak dikenalnya, spontan membunuh keduanya.

Peristiwa ini terjadi dihari Selasa minggu lalu, so minggu ini dia disidangkan dengan tuntutan maksimal hukuman mati, berita ini keruan saja menjadi topik pembicaraan dikalangan tetangga-tetangganya suami-isteri itu yang belum dikaruniai anak,

Dalam obrolan yang ramai diwarung kopi siang itu, siapa nyana tahu-tahu seorang pemuda tampan yakni salah satu tetangga dekat mereka berkata lega :

"Masih untung, terjadinya bukan dihari SENIN, kawan-kawan........",

"Lha kalu dihari Senin emangnye kenapeeee......",

"Jika itu terjadi dihari Senin, yang mati dibunuh oleh suaminya itu bukannya laki-laki malang itu, tapi adalah AKUUUUUUUUUUUU.............".

Lupa Tidak Pakai Celana

Di sebuah desa tinggal sepasang kekasih. Sang gadis sedih, sebab setiap kekasihnya datang apel selalu menggunakan sarung, maklum di desa.

Akhirnya gadis itu mengutarakan kesedihannya : "Mas, kalau datang ke rumah, jangan pakai sarung dong....malu kan sama Bapak."

Akhirnya sang kekasih menyanggupi : "Iya, besok Mas mau beli bahan celana."

Sesudah beli bahan celana, pemuda itu ketukang jahit untuk menjahitkan bahan celananya.

Pada hari yang dijanjikan, pemuda itu kembali ke tukang jahit untuk mengambil celananya yang sudah jadi. Masih ada sisa bahan 1/2 meter lagi. Dibawa pulang saja yaaa.

Pemuda itu senang, jadi juga celananya, pikirnya. Dia pulang, dan sore harinya langsung apel ke rumah sang kekasih untuk pamer celana barunya. Dia gunakan celana itu. Tapi karena kebiasaan, dia juga tetap menggunakan sarungnya.

Ditengah perjalanan, sang pemuda sakit perut. Karena tidak tahan, akhirnya dia ke WC umum.

Segera setelah selesai buang hajat,dia buru-buru menggunakan sarungnya dan lupa menggunakan celana barunya.

Ketika tiba di rumah sang kekasih, si gadis berkata : "Lho...Mas, kok masih pake sarung, katanya mau pake celana baru."

Dengan cekatan sipemuda mengangkat sarungnya sambil berkata : "Hhmm...lihat, Mas pake celana baru."

Seketika si gadis menjerit : "Ihhh....panjang amat..."

Dengan tersenyum bangga si pemuda menjawab : "Iya nih.....panjang. Dirumah juga masih ada 1/2 meter lagi......"

Waauuuwwww......!!!!

Senin, 24 Oktober 2011

Bulung Disimpan Di Dalam Celana

Ganang adalah seorang siswa TK nol kecil yang bersekolah di TK Culangung. TK Culangung sangat terhormat dan sangat mempunyai muka di kalangan masyarakat.

Yah, itu TK paling bergengsi karena lulusan dari TK itu bisa melanjutkan sekolah ke SD di luar negeri. Namun rupanya, Ganang tak bisa memanfaatkan kesempatan emasnya di tk tersebut. Karena itu, kegiatannya sehari-hari di tk hanya berkelahi saja.

Sampai suatu hari, ia pulang dari sekolahnya sambil marah-marah. Bahkan, tv 89 inci milik ayahnya, Ferdi, digigitnya hingga hancur dan kalung mutiara asli milik ibunya, Afifah, disumbatkan ke pantatnya dengan alasan agar marahnya tidak meledak.

Ferdi bingung dan Afifah kelimpungan. Terjadilah percakapan berikut:

Ferdi : "Enang kenapa? Kok marah-marah?!"

Ganang: "Ayah!!! Enang cebel!!! Nggak, deh, bukan cebel, tapi MALAH!!!"

Ferdi : "Lho, lho, lho, kenapa anak ayah ini? Emang Enang berantem dengan siapa lagi?"

Ganang: "Bukan belantem, yah, tapi maen kata-kataan! Temen enang ngocol, tuh! Ngocol!"

Ferdi : "Coba, deh, enang ceritain baik-baik!"

Ganang: "Gini loh, yah! Tadi, kan, di sekolah enang kita tuh nangkep bulung yang kebetulan lagi banyak di taman. Telus si Ita, temen enang, bilang, 'eh, tebak nih, ada yang tau gak, bulung tuh yang aman disimpennya dimana?'"

Ferdi : "Terus, enang jawab apa?"

Ganang: "Ya enang jawab di sangkal bulungnya, dong! Tapi temen enang itu ngocol banget, yah! Masa dia nggak pelcaya sama enang!"

Ferdi : "Emangnya, apa jawaban temen enang?"

Ganang: "Dia bilang, 'di dalem celana dalem,' katanya sih, lebih aman sama lebih nyaman! Uh, uh, uh, ngocol banget, kan, yah! Udah jelas bulung tuh disimpennya di sangkal bulung! Eh, dia malah bilang di dalem celana! Udah o'on, ngocol lagi! Ayah, ayah, emang benel, ya, bulung tuh disimpennya di dalem celana dalem?"

Ferdi : 'Gubraxz!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...