Selasa, 03 Mei 2011

Pak Pastur dan Pak Kyai Dengan Ceritanya

Suatu ketika PBB mengadakan pertemuan pemuka agama seluruh dunia. Dan turut hadir disana wakil dari Indonesia seorang kyai pemilik pondok pesantren dan seorang pastur pengelola sebuah yayasan yang cukup terkenal.

Seusai menghadiri pertemuan itu para tamu undangan kembali ke negaranya masing masing. Dan kebetulan pak kyai dan pak pastur menumpang di sebuah pesawat yang sama dan duduk bersebelahan.

Sepanjang perjalanan itu mereka terlihat asyik berdiskusi tentang agama2 di Indonesia. Lalu datang seorang pramugari menawarkan minuman pada mereka.

Pramugari : Hello gentlement, do you want some sampagne

Pastur : Thankyou Madam, two glass please. Wah kebetulan pak kyai, suasana ngobrol kita akan menyenangkan sambil kita minum sampagne.

Kyai : ehmm, saya pesan teh hangat saja. Terimakasih pak pastur.

Pastur : Lhoo, jarang2 kita bisa ketemu dan ngobrol seperti ini, hanya sebotol sampagne yang tepat untuk merayakan pertemuan ini. Mari pak kyai, jangan sungkan2. Saya yang bayar.

Kyai : Hmm.. pak pastur, maaf. Agama saya melarang minum sampagne. Terimakasih, saya pesan teh hangat saja.

Pastur terdiam sejenak. Lalu mengambil segelas sampagne dan meminumnya.

Pastur : wah pak kyai... sayang sekali. Barang enak begini koq pak kyai tidak suka..

Kyai : hmmm... (sambil menyeruput segelas teh hangat)

Singkat cerita pesawat mendarat di bandara Sukarno Hatta, lalu mereka berjalan bersama menuju tempat penjemputan. Dari kejauhan datang 4 orang wanita muda dan cantik sambil memanggil2 pak kyai..

Wanita2 : Abaaaahh.. abaaahh... selamat datang. Mmmuuahh Mmmuuahh (sambil menciumi tangan pak kyai)

Pastur : Wah pak kyai, putrinya cantik2. Kuliah dimana semua?

Kyai : oooh, mereka ini sekarang bantu mengajar di pesantren saya pak. Kenalkan pak pastur, ini semua istri2 saya.

Pastur : Haa?? jadi mereka ini istri pak kyai..??

Kyai : Iya betul. Lho pak pastur sendirian? Koq tidak dijemput sama istrinya??

Pastur : Hmm... saya tidak punya istri pak.

Kyai : Lho??? Kenapa?

Pastur : Bukan begitu pak, agama saya melarang pastur untuk menikah.

Pak Kyai terdiam sejenak, lalu menggandeng istrinya.

Kyai : Wah pak pastur...sayang sekali. Barang enak begini koq pak pastur tidak suka...

Tercepat!!!, Kendaraan Polisi Terbaru

Untuk mengatasi maraknya balapan liar, serta tindak kekerasan yg dilakukan oleh geng motor, pemerintah Indonesia kabarnya akan "mempersenjatai" Polisi lalu lintas dengan kendaraan unit baru yang kononnya merupakan "tunggangan" tercepat dan tercanggih saat ini.
Mau tau bentuknya :


Senin, 02 Mei 2011

Anak SD dan Cita-Citanya

Seorang Ibu Guru bertanya kepada anak muridnya tentang Cita-citanya kalau sudah besar.

Ibu Guru : "Tono, cita-citamu apa jika sudah besar nanti?"
Tono : "Ingin jadi PILOT buu....
Ibu Guru : "Ya, Bagus-bagus.....Lalu sahat,cita-citamu apa jika sudah besar nanti?"

Sahat : Ingin jadi tukang tambal ban buu...
Ibu Guru : "Walaghh...Hmm...ya bagus-bagus, yang penting jadilah tukang tambal ban proffesional. Kalau bisa kamu lain dari pada yang lain ya nak. Seperti tukang tambal ban Kereta, Pesawat, Tank dll.
Sahat : "Baik buu...."
Ibu Guru : "Tukiyem, cita-citamu apa jika sudah besar nanti?"
Tukiyem : "Cita-cita saya ingin jadi Ibu Rumah Tangga yang baik bu guru."
Ibu Guru: "Ya bagus-bagus, kelak kamu akan menjadi Ibu Rumah Tangga yang sukses, taat pada suami dan perhatian pada anak2."
Tukiyem : "Baik bu, Terima kasih."
Ibu Guru : "Lalu terakhir kamu paijo, cita-citamu apa jika sudah besar nanti?"
Paijo : "Cita-Cita saya kalau sudah besar nanti ingin menjadi suaminya tukiyem bu guru!."
Ibu Guru : "Weks! !@#$^%&&(&*&%#+_)

Seorang Pembantu Dengan Pasangan Iseng

suatu hari ada seorang anak mencari pacarnya lewat telepon rumah ke telepon rumah. sebut saja namanya budi dan mencari pacarnya ani.

telepon pertama
Budi : halo. selamat pagi
Pembantu X : iya, selamat pagi. dengan siapa? mau bicara dengan siapa?
Budi : saya budi. Ani ada?
Pembantu X : Maaf salah sambung. dikeluarga ini tidak ada yang namanya ani.
Budi : oh maaf. ini benar nomornya 001122?
Pembantu X : ya gak tau mas, bukan telepon saya ini.
Budi : OH! ya sudah terima kasih. met MALEM!!

Telepon Kedua

Budi : Halo. selamat pagi
Pembantu X : Iya. mau bicara dengan siapa?
Budi : Ani ada?
Pembantu X : nggak ada, ini bukan kediaman ani. dengan siapa?
Budi : Oh saya budi.
Pembantu X : eala bud bud. kamu lagi kamu lagi. tolong ya, nomornya dihapus. salah sambung bud!
Budi : oh maaf maaf.

Telepon ketiga
Budi : Halo selamat pagi
Pembantu X : (uda kenal suara Budi ) apalagi bud! saya bilang hapus aja nomornya!
Budi : enggak. gini lo. saya nelpon lagi cuman mau minta maaf ke ibu karena saya sudah mengganggu anda.
Pembantu X : oh ya sudah. udah saya maafkan. tolong nomornya dihapus bud.
Budi : makasih. iya iya.

Telepon Keempat
Budi : halo
Pembantu X: ( kenal suara budi ) kurang ajar lu bud. ngapain loe telpon gw lagi!! (logat jakarte keluar)
Budi : enggak saya cuman mau bilang. nomornya sudah dihapus. terimakasih.
Pembantu X : @#$%

Telepon Kelima
suara cewek : halo selamat pagi
Pembantu X : iya pagi. ini dengan siapa mau bicara dengan siapa?
Suara cewek : Ini Ani. tadi ada yang nyari'in saya gak?


Minggu, 01 Mei 2011

Gak Boleh di Tiru Dari Ibu-Ibu Ini

Suatu hari, ada seorang bocah perempuan yang sedang memanjat pohon kersen di seberang rumah Pak Haji. Bocah perempuan itu dandannya lusuh dan kumal. Maklum bagi seorang bocah, ia memanjat pohon kersen dengan (maaf) tidak memakai cela*a.

Beberapa saat kemudian, Pak Haji yang baru saja pulang dari masjid terkaget-kaget melihat bocah perempuan tersebut.

Pak Haji : "Astagfirullahal adzim......!"ucap Pak Haji sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Neng, (sebutan perempuan bahasa sunda), turun kesini!"

Mendengar Pak Haji yang memanggilnya, bocah perempuan itu kemudian turun dari pohon dan menghampiri Pak Haji. Pak Haji lalu bertanya pada bocah itu.

Pak Haji: :" Ya ampun neng.....Kenapa tidak pakai cela*a?"

Ditanya seperti itu, sang bocah pun panik dan lalu berbohong.

Bocah Perempuan : "Ayah-ibu saya tidak punya uang untuk membelikan saya pakaian yang lengkap, Pak Haji..." jawab anak itu sambil berpura-pura menangis.

Mendengar cerita si bocah (tengil) ini, Pak Haji sedih. Ia lalu mengeluarkan selembar uang seratus ribu.

Pak Haji: "Ini uang seratus ribu. Buat beli celana dan baju yang bagus"

Mendapat uang banyak, si bocah perempuan pun lantas pulang. Ia lalu menceritakan kejadian ini pada ibunya.

Mendengar cerita ini, si ibu pun mendapat ide. Dalam hati si ibu berkata :"Anak sekecil ini ga pakai cela*a dikasih 100 ribu. Apalagi saya!"

Keesokan harinya, si ibu pun melakukan aksinya, Ia kemudian menaiki pohon kersen dengan (sekali lagi maap) tidak memakai cela*a. tidak lama kemudian, pak haji pun pulang dari masjid. Saat melihat si ibu "bergelantung" sambil tidak pakai cela*a di atas pohon kersen di depan rumahnya, Pak Haji pun kaget bukan kepalang. Ia kemudian memanggil ibu itu.

Pak Haji: "Astagfirullahal adzim....!!!!!!,Neng, ke sini!" seru Pak Haji

Mendengar panggilan Pak Haji, si ibu pun bergegas turun. Dalam hatinya ia sangat penasaran berapa uang yang akan diberi oleh Pak Haji. Pak Haji pun mengeluarkan dompetnya lalu berkata:
Pak HAji : "Nih, seribu. Buat beli silet!"

PERTARUNGAN GAJAH vs RAJA HUTAN

Di sebuah hutan terdapat raja hutan (singa) yang merasa dirinya hebat, dan untuk melegalisasikan kehebatannya, maka si singa bertanya kepada sebagian penghuni hutan. Bertanyalah si singa kepada seekor gorila.

Singa: “Hai gorila, siapakah yang paling gagah di hutan ini?”

Gorila: “Anda tuanku.”

Banggalah si singa mendengar itu. Kemudian ia bertemu dengan seekor banteng.

Singa: “Hai banteng, siapakah yang paling gagah dan hebat di hutan ini?”

Banteng: “Sudah tentu Anda.”

Mendengar jawaban-jawaban dari sebagian hewan yang ia temui, merasa sombonglah si singa. Kemudian ia berjalan kembali, dan di tengah jalan ia bertemu dengan seekor gajah.

Singa: “Hai gajah, siapakah yang paling gagah dan perkasa di hutan ini?”

Tetapi gajah tidak menjawab, dan di luar dugaan singa, gajah langsung menghajar dan menginjak-injak singa hingga babak belur. Kemudian gajah berlalu meninggalkan si singa.

Dengan badan yang sudah babak belur, si singa berkata kepada gajah, “Kalo nggak tahu jawabannya jangan marah gitu dong…

Sabtu, 30 April 2011

Kisah Jilat Pantat Ayam

Dalam keadaan lapar, Ujang masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji.
Baru saja Ujang hendak memegangnya, seorang pelayan datang terpogoh-pogoh, "Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam ini pesanan Bapak Pengacara yg disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.
Ujang ngotot bahwa ayam goreng itu haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Ujang dan menggertaknya, "AWAS kalau kamu berani macam-macam. Apapun yg kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu".
Ujang hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silahkan siapa takut?". Lalu Ujang segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...